Senin, 04 Maret 2013

Hal yang perlu diperhatikan dalam Investasi Properti Apartemen


Apartemen, flat atau rumah pangsa merupakan sebuah model tempat tinggal yang hanya mengambil sebagian kecil ruang dari suatu bangunan. Suatu gedung apartemen dapat memiliki puluhan bahkan ratusan unit apartemen. Istilah apartemen digunakan secara luas di Amerika Utara, sementara istilah flat digunakan di Britania Raya dan negara-negara persemakmuran. |Sumber: id.wikipedia.org|

Selain sebagai tempat tinggal / hunian vertikal, apartemen juga banyak dilirik oleh mereka yang mengivestasikan dananya untuk menjadikan apartemen sebagai aset.  Investasi properti khususnya apartemen, di kota-kota besar saat ini mulai diminati oleh banyak kalangan yang ingin mencoba peruntungannya.

Ada beberapa point penting yang mungkin bisa dijadikan acuan agar berinvestasi apartemen menguntungkan.  Seperti yang dilansir dari okezone.com, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), Ali, menuturkan, setidaknya ada tiga faktor penting, yakni capital gain, pasar sewa dan prestise. 
"Pertama capital gain, pastikan harga properti yang kita jadikan investasi itu bisa naik. Kedua, pasar sewanya jelas. Ketiga, prestise yang diberikan oleh produk itu sendiri," ujar Ali saat ditemui di Markting Gallery Capitol Park Residence, Jakarta, Sabtu (2/3/2013). 

Dia menambahkan, lokasi strategis belum tentu pasar sewanya pun jelas. Misalnya, seperti di kawasan segitiga emas Jakarta, yang nilai apartemennya di atas Rp5-10 miliar, sehingga nilai sewanya pun sangat tinggi dan tidak bisa dijangkau oleh eksekutif muda.

"Di CBD (Sudirman, Thamrin, Kuningan) rata-rata apartemen disewa dengan nilai Rp30-50 juta per bulan, eksekutif muda enggak sanggup menjangkau itu, kalau gajinya cuman Rp3-5 juta per bulan," tuturnya. 
Sementara itu, dia menjelaskan apartemen yang harganya Rp500 jutaan bisa disewa dengan harga Rp30-50 juta per tahun atau Rp3-5 juta per bulan, tentu lebih menguntungkan ke depannya bagi sang investor. 

Adapun rumusan perhitungan harga sewa yang tepat, menurutnya adalah harga beli x yield 6-8% = harga sewa. Maka, jika harga beli apartemen di Jakarta, misalnya Rp500 juta dengan yield 8 persen, harga sewanya diperkirakan sekira Rp35 juta per bulan. |Sumber|

Selain itu perlu juga memperhatikan legalitas dan system kepemilikan sebuah apartemen untuk menghindari hal-hal yang mungkin bisa menjadi kendala investasi properti kedepannya, selain untuk meminimalisir resiko. Walau bagaimanapun investasi properti seperti apartemen ini meskipun banyak memberikan keuntungan juga sangat riskan dengan resiko.

Hal yang tak kalah pentingnya juga pengelolaan sebuah apartemen.  Hendaknya mereka yang berinvestasi apartemen harus memastikan bahwa apartemen dikelola oleh manajemen yang dapat dipercaya serta berpengalaman.  Tentunya sebagai investor manakala apartemen telah disewa dan ternyata pengelolaan apartemennya carut marut, tentunya ini akan mengurangi kepercayaan penyewa pastinya. | Foto: Ilustrasi perencanaan The Grand Banua-Apartement dan Condotel Banjarmasin |


Related post :


0 komentar:

Posting Komentar