Kemiripan Bumi dan Bulan dengan Asteroid Besar Tata Surya

NASA dan peneliti internasional telah menemukan bahwa bulan bumi memiliki lebih banyak kesamaan daripada yang diperkirakan sebelumnya...

Situs-situs Sosial dalam Pengembangan Bisnis Kecil

Ada sejumlah besar situs sosial yang dapat digunakan dalam pengembangan bisnis kecil sebagai bagian dari strategi web marketing...

SEKILAS TENTANG PESAWAT KEPRESIDENAN RI, BOEING 737-800

Pesawat Boeing 737-800 untuk presiden RI ini diproduksi Boeing Company sejak 2011. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter...

Seputar Rencana Penandatanganan MoU antara PBNU dan Muhammadiyah dengan Vatikan

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir tahun ini antara dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) dengan Vatikan ...

Kebijakan Mobil Murah ditengah krisis BBM

Kebijakan Pemerintah RI melalui Menteri Perindustrian yang akan mengeluarkan kebijakan terkait dengan mobil murah...

Selasa, 21 Oktober 2014

Harapan untuk pemimpin baru Republik Indonesia - Ir.H.Joko Widodo dan HM. Yusuf Kalla, SE

Senin 20 Oktober 2014 merupakan hari pelantikan Presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Rakyat Indonesia menunggu janji-janji yang telah dilontarkan oleh Jokowi-JK saat riuh gemuruhnya kampanye Pilpres 2014 ini.
Gedung parlemen penuh dengan penjagaan untuk prosesi pelantikan orang nomor satu di negeri ini, wakil rakyat pun satu per satu memasuki ruangan begitu juga  tamu-tamu negara juga turut hadir menjadi saksi pelantikan Jokowi-JK.

Jalan Sudirman dan MH Thamrin Jakarta menjadi lautan manusia. Jalur tersebut dipenuhi ratusan ribu rakyat yang menyandarkan harapan kehidupan bangsa pada pemimpin baru ini. Mereka berharap pemimpin yang baru ini dapat memberikan perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi lebih baik. 
  
Keriuhan bercampur dengan nyanyian menyambut datangnya sang pemimpin di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Kawasan yang menjadi rute perjalanan presiden dari Gedung Parlemen menuju Istana Negara kini menjadi pusat suara rakyat.

Saat ini, tidak bisa dipungkiri lagi sejarah negeri ini kembali mencatat hadirnya pemimpin baru untuk yang ke-7 kalinya. Banyak persoalan yang membelit negeri ini baik kemiskinan, korupsi dan makin merosotnya akhlak maupun moral masyarakat.  Merupakan tantangan bagi pemimpin baru ini untuk memberikan solusi dan kebijakan-kebijakan strategis dan efektif. Kepribadian pemimpin hendaknya merupakan kepribadian yang diharapakan oleh rakyatnya menjadi teladan dan panutan terutama ketegasan yang tak digoyahkan oleh kepentingan pribadi orang-orang yang ada didekatnya.

Tak mudah menembus kerumunan rakyat yang terus bergerak menuju Istana Negara itu. Baru kali ini antusiasme rakyat menyambut kehadiran sang pemimpin begitu luar biasa hingga masuk ke dalam Istana Negara. Selamat untuk Presiden dan wakil presiden terpilih Ir. H. Joko Widodo dan H.M Jusuf Kalla, SE  semoga janji-janji yang telah digulirkan dapat diwujudkan dengan baik meski sulit dan penuh tantangan, tetaplah fokus pada kebijakan-kebijakan yang sudah menjadi kesepakatan dengan  pendukung Anda saat kampanye.

Senin, 14 April 2014

Sekilas tentang pesawat kepresidenan RI, Boeing 737-800

Pesawat Boeing 737-800 untuk presiden RI ini diproduksi Boeing Company sejak 2011. Pesawat yang  memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter serta memiliki 2  engine CFM 56-7 ini, dibeli dari Boeing Company seharga 91,2 juta Dolar AS, atau setara Rp 1,03 triliun. Wow, harga fantastis untuk  negeri yang ekonominya masih maju mundur dengan berbagai kasus korupsi pejabatnya di banyak bidang.

Foto: Kompas
Pesawat BBJ2 itu sendiri dirancang untuk memuat 4 VVIP class meeting room, 2 VVIP class state room, 12 executive area, dan 44 staff area. Interior pesawat dirancang untuk dapat mengakomodasi hingga 67 orang penumpang. Jumlah itu disebut cukup untuk sebuah rombongan presiden.

BBJ2 mampu terbang dengan ketinggian maksimal 41.000 feet, mampu terbang selama 10 jam, memiliki kecepatan jelajah maksimum 0,785 mach dan kecepatan maksimum 0,85 mach. Pesawat juga dilengkapi dengan perangkat keamanan dan tangki bahan bakar telah ditambah untuk daya jangkau sampai dengan 10.000 kilometer.

Dengan kemampuan itu, pesawat ini lebih dari cukup untuk menjangkau seluruh pelosok Tanah Air dan tugas kepresidenan di negara sahabat. Pesawat seri 737-800 ini juga merupakan jenis yang sama yang digunakan maskapai penerbangan pelat merah, Garuda Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan, pesawat kepresidenan ini memang dirancang untuk dapat memenuhi persyaratan demi menunjang pelaksanaan tugas kenegaraan presiden RI.
"Setelah melalui proses 4 tahun, pagi ini kita menyaksikan bersama pesawat kepresidenan khusus didesain untuk jalankan tugas pemerintahan dan kenegaraan dari presiden RI," ujar Sudi, di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (10/4/2014).

Proses fabrikasi dan modifikasi pesawat tersebut memakan waktu 5 tahun. Pihak Boeing menurut Sudi,  sudah merealisasikan desain sesuai dengan yang diinginkan Indonesia. Dia melanjutkan, serah terima pesawat yang dilaksanakan hari ini merupakan peristiwa penting untuk Indonesia. Sudi menyerahkan pesawat kepresidenan itu kepada pihak TNI Angkatan Udara dan Garuda Indonesia untuk bersama-sama merawat dan memelihara pesawat tersebut.

Semoga saja lembaga kepresidenan ini  bisa menjaga dan merawat pesawat kepresidenan RI, selain juga akan menghemat anggaran negara untuk perjalanan presiden terutama kunjungan domestik juga sebagai tolak ukur bagi lembaga kepresidenan agar dapat bekerja lebih profesional lagi mengingat mahalnya harga pesawat kepresidenan RI tersebut. |Referensi: bpost|